Keluarga & sSahabat Adalah Sebagian Dari Hidup

Keluarga adalah Motivatorku untuk Keberhasilan dalam menyongsong kehidupan, sahabat adalah penyemangatku dalam berbagai hal.. Nikmati Hidup Agar Menjadi Hidup..:)

Rabu, 26 Maret 2014

Jawa Barat dan Jawa Tengah Berebut Atlet ?

Jateng dan Jabar Berebut Atlet

Rabu, 26 Maret 2014 | 19:29 WIB
Nike Indonesia Pelari Nasional, Agus Prayogo.
Status kepindahan peraih dua medali emas SEA Games 2011 Agus Prayogo dari Jawa Tengah ke Jawa Barat bakal diputuskan pada sidang Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (Baori) di Jakarta pekan depan.

Sekum Pengprov Persatuan Olahraga Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jawa Tengah Joko Pranowo Adi ketika dihubungi di Semarang, Rabu, mengatakan, pada sidang Baori di Jakarta Selasa (1/4), sudah ada keputusan untuk pelari asal Kota Magelang, Jateng, tersebut.

Pada sidang Baori di Jakarta Selasa (25/3) sudah membahas agenda pembuktian dari termohon (Agus Prayogo). "Statusnya dia akan diputuskan pada sidang pekan depan di Jakarta," katanya. Kemungkinan besar Agus Prayogo tetap pindah ke Jawa Barat karena hampir semua persyaratan administrasi sudah lengkap.

Ia menjelaskan, surat pindah dari daerah asalnya kemudian klubnya juga sudah dimiliki Agus Prayogo, sedangkan dari KONI Jateng memang sudah memutuskan untuk mengeluarkan surat pindah bagi atletnya.

Makanya, kata dia, karena Agus sudah beberapa kali mengajukan surat pengunduran diri dan pindah, tetapi ternyata KONI Jateng tidak mengeluarkan surat tersebut kemudian yang bersangkutan maju ke Baori.

Ia menambahkan, yang memberatkan kalau Agus bisa pindah ke Jawa Barat karena memang selama ini yang bersangkutan sudah berdomisili di Jawa Barat dengan bukti adanya kartu tanda penduduk (KTP) daerah setempat.

Menurut dia, dalam aturan disebutkan mutasi atlet bisa dilakukan apabila yang bersangkutan sudah berdomisili di daerah tujuan kemudian karena kedinasan (tempat kerja) atau keluarga dan itu sudah dimiliki oleh Agus Prayogo.

Menyinggung apakah kepindahan bagi Agus dari Jateng ke Jawa Barat akan merugikan atau mengurangi kekuatan Jateng mengingat di nomor spesialisasinya yaitu lari 5.000 dan 10.000 meter Jateng belum memiliki atlet handal.

Dia mengatakan, kalau untuk PON memang tidak terlalu berpengaruh karena ada wacana bahwa PON XIX/2016 Jawa Barat akan diberlakukan pembatasan usia. "Usia maksimal bagi atlet di cabang atletik yang bisa tampil adalah 24 tahun sedangkan usia Agus Prayogo sudah lebih dari itu," katanya.

Sebelumnya, berdasaran hasil keputusan sidang Baor, atlet lempar lembing putri Jateng Dian Kartika dinyatakan resmi pindah ke Jabar.
Sumber : kompas.com

Aktivitas Terakhir Gunung Slamet Waspada II



Gunung Slamet Lontarkan Lava Pijar



Aktivitas Gunung Slamet kian meningkat, sejak dinaikan statusnya menjadi waspada level II. Terpantau pada Selasa kemarin (25/03) salah satu gunung tertinggi di Jawa Tengah ini melontarkan lava pijar dari kawah yang ada di puncak gunung.
Luncuran lava pijar jelas terlihat dari pos pemantauan Gunung Merapi.  Jadian serupa juga disaksikan oleh beberapa penduduk di warga Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.
Lontaran lava pijar juga diiringi dengan asap hitam yang membumbung ke udara. Peristiwa ini berlangsung pada pukul  05.30 WIB.
Sedangkan menurut petugas pemantaun gunung Slamet bahwa dari kawah gunung kerap muncul asap hitam berlangsung pukul 00.00–08.00 WIB tadi malam.  Padahal kemarin lusa kondisi puncak gunung relative tenang tanpa ada semburan lava.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendrasto mengatakan bahwa kembali munculnya lava pijar di puncak Gunung Slamet merupakan hal yang wajar. Demikianlah informasi yang dilansir dari kantor Berita Antara.
Meski demikian warga yang mendiami lereng Gunung Slamet nampak tak kwatir dengan aktivitas gunung vulkanik yang tengah menggeliat. Mereka tetap melanjutkan aktivitas harian seperti biasa, seperti pergi ke ladang, mengurusi tanaman pertaniannya.
Namun demikian pemerintah daerah dibantu dari TNI AD , Basarnas dan Kepolisian sudah melakukan sosialisasi terhadap ancaman erupsi yang bisa datang kapan saja.   Sedangkan Tim SAR pun sudah selesai membuat jalur evakuasi warga jika kemungkinan terburuk datang.
sumber : http://www.pehtem.com

Senin, 03 Maret 2014

Visi Dan Misi Pendidikan Luar Sekolah FIP UNY

Visi Dan Misi Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Yogyakarta



Visi

Pada tahun 2025 terwujudnya program studi PLS yang unggul di tingkat nasional dalam menghasilkan lulusan program S1 Pendidikan Luar Sekolah yang mampu membelajarkan diri, membelajarkan masyarakat, dan berwirausaha sosial berdasarkan nilai-nilai ketakwaan, kemandirian, kecendikiaan, dan berwawasan kebangsaan.

Misi

  1. Mengembangkan dan menjabarkan paradigma pendidikan nasional abad XXI dan terapannya bagi Pendidikan Luar Sekolah.
  2. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan akademik berbasis penelitian dalam bidang pendidikan luar sekolah.
  3. Melakukan penelitian pendidikan berorientasi penguatan konsep dan perbaikan praktik pendidikan : serta mendiseminasi dan mempublikasikannya di tingkat lokal, nasional, dan internasional.
  4. Melaksanakan pelayanan profesional berbasis penelitian ke masyarakat dan berbagai pihak yang membutuhkannya, secara berkelanjutan.
  5. Membina program kemahasiswaan yang kondusif untuk pelaksanaan pendidikan akademik dan profesional.
  6. Memperkuat kapasitas dan kelembagaan progrsm studi agar dapat menjalankan misi-misi kelembagaan tridharma perguruan tinggi secara terpadu.

Tujuan

  1. Mengenmbangkan paradigma pendidikan populis rekonstruktif dan menerapkan secara konsisten dalam pengembangan prodi PLS.
  2. Menghasilkan lulusan sarjana kependidikan yang ahli dan profesional dalam bidangnya, taqwa, mandiri, cendekia, dan berwawasan kebangsaan.
  3. Menghasilkan penelitian yang berkualitas, bermanfaat bagi perkembangan praktik dan/atau ilmu; dipublikasikan dan terdiseminasikan secara nasional dan internasional.
  4. Melaksanakan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat, keahlian yang dikuasai,sehingga menghasilkan dampak nyata berkelanjutan.
  5. Menghidupkan budaya kampus dengan berbagai program yang mengkondisikan mahasiswa berprestasi dan berwawasan kebangsaan.