Bulan
Rhamadan ini alhamdulilah banyak serba serbinya mulai dari bahagia, sedih,
kecewa,.. jrenggg bukan baper :D
dimulai dari Puasa yang kebanyakan
liburnya sambil nunggu mudik yang renggang waktunya jauh dari masa libur, jadi
mahasiswa yang ga produktif yg punya mata kolala (~kebanyakan ibadah “bobok”).
bangun
cuman stalking, nonton tv, jalan kalo ada yg ngajak.haha
sempat
baca berita tentang perbedaan tukang sampah di indonesia sama yang di luar
negeri yang bikin gempar netizen, bukan bermaksud nyinyir juga sih. cuman punya
opini doang (takut salah kaprah sama UU IT).haha
emang
bener sih kenapa pekerjaan tukang sampah di indonesia beda jauh sama yang di
luar negeri, ya iya lah di indonesia mah tukang sampah tuh sering di splekan,
bahkan dipandang sebelah mata, mungkin beranggapan bahwa yang namanya tukang
sampah adalah pekerjaan yang kotor syekalii pungutin sampah bekas orang lain,
dan sampahnya macem-macem mulai dari yg kaya mikroba sampe yang kaya bekas
gunung api erupsi, mereka bersihin lho. mana ada yang mau bersihin ga semua
orang lho mau bersihin sampah, itu pekerjaan yang amat sangat mulia karena kan
kebersihan sebagian dari iman,haha balik lg ke kesejahteraan yang menjadi
sorotan, memang tukang sampah dikita tuh kurang dari kata sejahtera karena
kebanyakan orang2 yang bergelut dibidang itu adalah org2 yang sudah tidak
menemukan pekerjaan yang lain. okey itu mungkin permasalahannya.
kita
liat di luar negeri sebenernya sih ga tau banget cuman liat dikit di serialnya
Upin Ipin, pas episode cita-citaku ada tokoh Fizi kawannya Upin Ipin tuh pengen
jd Tukang sampah membersihkan Negaranya, dan disistu Semuanya mendukung dan
memberi semangat Apalagi Gurunya yang memberikan stimulus motivasi (karena
menurut saya Dorongan motivasi kedua selain dr orang tua adalah Guru). terus
juga stalking-stalking di sosmed kebanyakan tukang sampah tuh di gaji banyak
dan di beri fasilitas-fasilitas gituh. Duh beda yaa.
Entahlah
disini yang salah siapa dan dibagian apa. mau protes ke siapa? demo? duh
eksplorasi tak sedramatis itu.
Mungkin
ilmu disini karena saya calon S.Pd hitsss saya ga mau protes minta perubahan ke
pemerintah kan pemerintah juga ga baca tulisan saya yang absrud ini,hehe,
mungkin ini aja buat temen2 calon pendidik jadi lah pendidik yang elegan baik mendidik anakmu atau anak orang lain,
tetap memberikan stimulus motivasi menjadi apapun cita-citanya anak didikmu
tetap dukung, jangan terlalu fokus ke cita-cita masa kini
(dokter,guru,apapapapa) karena kalo udah kuliah kebanyakan pengennya lulus
doang (kata meme2 di sosmed). jadi miris kan kalo kalian-kalian calon pendidik
yg notabennya harus melahirkan generasi cerdas tp kalian ga memberikan
pemikiran dan wawasan yang luas buat anak didik kalian biarkan anak didik
berkembang mempunyai pemikiran hebat tanpa kekangan dan ilmu yg hanya kalian
dapatkan di bangku akademik..
Semangattt
Puasanya.
Nanay.